Selasa, 01 September 2015

Kegiatan IMM Selama Tahun 2015


DAM IMM Kota Bandung Tanggal 17 - 22 Februari 2015


Milad IMM 14 Maret 2015 
Konsidasi Organisasi & Tabligh Akbar


Berpartisipasi Dalam Kegiatan Milad di DPP IMM 


Pelantikan Koordinator Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Demo Tarik Mandat Jokowi


Pelantikan PK IMM STIE Muhammadiyah Bandung


Pengajian Umum Qobla Ramadhan & Diskusi Kader AMM Kota Bandung


Ketum menjadi Presidium Sidang di Musyda KNPI Kota Bandung


Pelantikan Periode 2014 - 2015 dengan diskusi panel tentang gerakan mahasiswa


Pengurus IMM Menghadiri Resital PSM STIE Muhammadiyah Bandung


Refreshing di Balong Rumah Sena Putri Utami (Kabid Media & TI) dari Stikes Aisyiyah Bandung




Serah Terima Jabatan Ketua PC IMM 2013-2014 ke Ketua PC IMM 2014 - 2015

Peserta Musyda ke 11 DPD IMM Jawa Barat


@immkotabandung

Rabu, 20 Mei 2015

Mars Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Lirik Mars Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah

Ayolah ayo... ayo...
Derap derukan langkah
Dan kibar geleparkan panji-panji
Ikatan mahasiswa Muhammadiyah
Sejarah ummat telah menuntut bukti

Ingatlah ingat.. ingat.. ingat..
Niat tlah di ikrarkan
Kita lah cendekianwan berpribadi
Susila cakap taqwa kepada Tuhan
Pewaris tampuk pimpinan umat nanti

Immawan dan immawati siswa tauladan putra harapan
Penyambung hidup generasi
Umat Islam seribu jaman
Pendudukung cita-cita luhur negeri indah adil dan makmur

Sabtu, 04 April 2015

struktur kepengurusan periode 2014 - 2015

KOMPOSISI  KEPENGURUSAN
PIMPINAN  CABANG IKATAN MAHASISWA MUHAMMADIYAH
KOTA BANDUNG
PERIODE 2014/2015


Ketua Umum                                                                    : Dindin Syaifudin
Ketua Bidang Kader                                                         : Rifky Muhammad Ihsan
Ketua Bidang Organisasi                                                : Rini Marlina
Ketua Bidang Riset & Keilmuan                                   : Dika Rachman
Ketua Bidang Tabligh & Kajian Keislaman               : Tati Rohaeti
Ketua Bidang Hikmah                                                     : Ibadi Rahman Anabassalam
Ketua Bidang Sosial & Pemb Masyarakat                 : Deden Abdul Wahid
Ketua Bidang Ekwir                                                        : Amin Setiadi
Ketua Bidang Immawati                                                : Neni Nuraeni
Ketua Bidang Media & Teknologi Informasi           : Sena Putri Utami
Ketua Bidang Seni, Budaya & Olahraga                    : Ikhwan        

Sekretaris Umum                                                          : Ardhian Putra Bintang
Sekretaris Bidang Kader                                               : Resha Rostiana
Sekretaris Bidang Organisasi                                      : Muhammad Azis
Sekretaris Bidang Riset & Keilmuan                         : Azhar Muhammad Akbar
Sekretaris Bidang Tabligh & Kajian Keislaman     : Ririn Yuliani Rachmawati
Sekretaris Bidang Hikmah                                           : Titin Sarwendah
Sekretaris Bidang Sosial & Pemb Masyarakat       : Yuli Yulianti
Sekretaris Bidang Ekwir                                              : Irvan
Sekretaris Bidang Immawati                                      : Rizki Fitri Aulia
Sekretaris Bidang Media & TI                                    : Dylan Phutut Dananjoyo
Sekretaris Bidang Seni,  Budaya & Olahraga         : Rijal M Fauzi                       

             Bendahara Umum                                                       : Desi Anggraeni

@create fasco imm bandung alamat sekretariat : Jl. Kadipaten Raya no 4 - 6, Antapani, Bandung

 

Minggu, 24 Januari 2010

imm sebagai gerakan moral


IMM Sebagai Gerakan Moral Rasional
Dalam sejarah pembangunan bangsa, gerakan mahasiswa senantiasa memiliki andil yang besar. Kiprahnya menjadi ikon perubahan di beberapa negara. Termasuk di Indonesia. Beberapa rezim yang berkuasa turun tahta akibat gerakan mahasiswa. Soekarno (1966) dan Soeharto (1998) lengser oleh gerakan mahasiwa. Keduanya dimakzulkan dengan alasan telah melanggar konsitusi.
Kiprah mahasiswa sebagai pionir perubahan dalam mewujudkan ide dasar negara sesuai dengan konstitusi menempatkan mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang disegani. Setidaknya mahasiswa memiliki peran ganda, yaitu sebagai insan akademik (intelektual) dan agen perubahan sosial. Kedua kiprah tersebut dijalankan oleh setiap mahasiswa sebagai wujud pengabdian terhadap bangsa.
Dalam perjalanannya, gerakan mahasiswa tidak terlepas dari perubahan seiring dengan perubahan kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik tanah air. Terutama perubahan orientasi gerakan. Semula gerakan mahasiswa menyuarakan suara hati nurani rakyat yang mengacu pada terpenuhinya kepentingan dan kesejahteraan rakyat, kini hampir beralih orientasi pada keuntungan pribadi dan elit tertentu. Dalam perkataan lain, gerakan mahasiswa tidak lagi murni gerakan ideologis, melainkan gerakan yang ditunggangi kepentingan tertentu. Sehingga sering terjadi sebuah gerakan yang mengarah pada tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh mahasiswa sebagai insan akademik dan agen perubahan sosial.
Terkait dengan hal di atas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai salahsatu pionir gerakan mahasiswa di tanah air hendaknya tetap berpegang pada landasan organisasi dan mulai berbenah diri. Menata kembali arah gerakan supaya tidak terbawa pusaran arus yang menyesatkan. Reorientasi gerakan pada yang lebih baik mutlak harus dilakukan sejak dini. Tanpa hal itu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah hanya tinggal nama yang kerap dibanggakan sebagai kejayaan masa lalu.
Pembenahan yang pertama harus dilakukan adalah melakukan kaderisasi yang berkualitas dengan mendasarkan pada tri kompetensi kader yang meliputi intelektualitas, humanitas dan spiritualitas. Intelektualitas dapat mengantarkan kader menjadi insan akademik yang berpola pikir rasional dalam mengahadapi setiap permasalahan. Humanitas mendorong kader menjadi pendamping masyarakat dan melatih kepekaan sosial terhadap sesama. Dan spiritualitas membentuk kepribadian kader yang moralis dengan dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pionir gerakan moral rasional yang membawa perbaikan bagi bangsa. Sebuah gerakan perubahan yang berdasarkan prinsip menjunjung tinggi moralitas, demokrasi, dan pluralisme dalam bingkai integrasi. Mudah-mudahan ini dapat terwujud sebagai bagian dari pelaksanaan tri fungsi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Kader persyarikatan, kader keumatan dan kader kebangsaan. Wallahu a’lam bis shawab

Senin, 07 September 2009

Ke IMM-Man


IMM DALAM DIMENSI IDEOLOGIS

Tujuan IMM adalah :
“Mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah (masyarakat Islam yang berkemajuan)”.
Visi IMM adalah:
“Visi intelektual IMM adalah popular intellectual ( intelektual populis/intelektual kerakyatan), yaitu kaum intelektual yang menjadikan kepentingan-kepentingan publik dan permasalahan ketidakadilan sosial-politik sebagai komitmen gerakannya”.
Misi IMM :
1. Membina para anggotanya menjadi kader persyarikatan Muhammadiyah, kader umat dan kader bangsa yang senantiasa setia terhadap keyakinan dan cita-citanya.
2. Membina para anggotanya untuk selalu tertib dalam ibadah, tekun dalam studi dan mengamalkan ilmu pengetahuannya untuk melaksanakan ketaqwaannya dan pengabdiannya kepada Allah SWT.
3. Membantu para anggota khususnya dan mahasiswa pada umumnya dalam menyelesaikan kepentingannya.
4. Mempergiat, mengefektifkan dan menggembirakan dakwah Islam dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar kepada masyarakat teristimewa masyarakat mahasiswa.
5. Segala usaha yang tidak menyalahi asas, gerakan dan tujuan organisasi dengan mengindahkan segala hukum yang berlaku dalam negara Republik Indonesia
Sengkala pendirian Ikatam Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada tanggal 14 Maret 1964, ditandai dengan ditandatanganinya Enam Penegasan IMM olek Ketua PP Muhammadiyah saat itu, yaitu K. H. Ahmad Badawi. Keenam butir pernyataan tersebut memproklamirkan sekaligus menegaskan identitas IMM bahwa:
1. IMM adalah gerakan mahasiswa Islam
2. Kepribadian Muhammadiyah adalah landasan perjuangan IMM
3. Fungsi IMM adalah eksponen mahasiswa dalam Muhammadiyah
4. IMM adalah organisasi mahasiswa yang sah dengan mengindahkan segala hukum, undang-undang, peraturan serta dasar dan falsafah Negara
5. Kerangka pikir kader ialah ilmu adalah amaliah, dan amal adalah ilmiah
6. Gerakan IMM bersifat lillahi ta’ala dan senantiasa diabadikan untuk kepentingan rakyat.

Sabtu, 05 September 2009

IMM Sebagai Gerakan Moral Rasional

IMM Sebagai Gerakan Moral Rasional
Oleh Cepi Aunillah
Dalam sejarah pembangunan bangsa, gerakan mahasiswa senantiasa memiliki andil yang besar. Kiprahnya menjadi ikon perubahan di beberapa negara. Termasuk di Indonesia. Beberapa rezim yang berkuasa turun tahta akibat gerakan mahasiswa. Soekarno (1966) dan Soeharto (1998) lengser oleh gerakan mahasiwa. Keduanya dimakzulkan dengan alasan telah melanggar konsitusi.
Kiprah mahasiswa sebagai pionir perubahan dalam mewujudkan ide dasar negara sesuai dengan konstitusi menempatkan mahasiswa sebagai kelompok masyarakat yang disegani. Setidaknya mahasiswa memiliki peran ganda, yaitu sebagai insan akademik (intelektual) dan agen perubahan sosial. Kedua kiprah tersebut dijalankan oleh setiap mahasiswa sebagai wujud pengabdian terhadap bangsa.
Dalam perjalanannya, gerakan mahasiswa tidak terlepas dari perubahan seiring dengan perubahan kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik tanah air. Terutama perubahan orientasi gerakan. Semula gerakan mahasiswa menyuarakan suara hati nurani rakyat yang mengacu pada terpenuhinya kepentingan dan kesejahteraan rakyat, kini hampir beralih orientasi pada keuntungan pribadi dan elit tertentu. Dalam perkataan lain, gerakan mahasiswa tidak lagi murni gerakan ideologis, melainkan gerakan yang ditunggangi kepentingan tertentu. Sehingga sering terjadi sebuah gerakan yang mengarah pada tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh mahasiswa sebagai insan akademik dan agen perubahan sosial.
Terkait dengan hal di atas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai salahsatu pionir gerakan mahasiswa di tanah air hendaknya tetap berpegang pada landasan organisasi dan mulai berbenah diri. Menata kembali arah gerakan supaya tidak terbawa pusaran arus yang menyesatkan. Reorientasi gerakan pada yang lebih baik mutlak harus dilakukan sejak dini. Tanpa hal itu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah hanya tinggal nama yang kerap dibanggakan sebagai kejayaan masa lalu.
Pembenahan yang pertama harus dilakukan adalah melakukan kaderisasi yang berkualitas dengan mendasarkan pada tri kompetensi kader yang meliputi intelektualitas, humanitas dan spiritualitas. Intelektualitas dapat mengantarkan kader menjadi insan akademik yang berpola pikir rasional dalam mengahadapi setiap permasalahan. Humanitas mendorong kader menjadi pendamping masyarakat dan melatih kepekaan sosial terhadap sesama. Dan spiritualitas membentuk kepribadian kader yang moralis dengan dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus menjadi pionir gerakan moral rasional yang membawa perbaikan bagi bangsa. Sebuah gerakan perubahan yang berdasarkan prinsip menjunjung tinggi moralitas, demokrasi, dan pluralisme dalam bingkai integrasi. Mudah-mudahan ini dapat terwujud sebagai bagian dari pelaksanaan tri fungsi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Kader persyarikatan, kader keumatan dan kader kebangsaan. Wallahu a’lam bis shawab.